Jenderal bintang dua ikut membeberkan, dari beberapa kasus yang ditangani pihaknya terungkap, bahwa modus pengungsi Rohingya Masuk ke Aceh itu sama. Mereka masuk tanpa surat resmi, tetapi memegang kartu UNHCR.
“Mereka berlayar dari Bangladesh sana dan kapalnya rusak, serta masuk ke Aceh. Modusnya sama. Sehingga menimbulkan tanda tanya, kenapa mereka bisa keluar dari tempat pengungsian Camp Cox’s Bazar Bangladesh? Ini yang sejatinya yang perlu diusut,” ujarnya.
Alumni Akabri 1991 itu juga menyampaikan, bahwa terkait pengamanan dan penanganan pengungsi Rohingya, dirinya bersama Pangdam IM dan Pj Gubernur telah bersurat ke Pemerintah Pusat perihal ketidaksanggupan Aceh dalam menampung pengungsi Rohingya. Semoga bisa segera dicarikan solusi yang terbaik.
Sesuai tupoksinya, Achmad Kartiko telah memerintahkan para Kapolresnya untuk terus memitigasi serta mencegah terjadinya konflik antara masyarakat dengan pengungsi Rohingya. Sehingga kondusifitas kamtibmas bisa tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua Forum Keuchik Kuta Alam Alta Zaini, dalam kesempatannya mengungkapkan rasa salut dan terima kasihnya kepada Kapolda Aceh yang bersedia mengajak masyarakat untuk berdiskusi dan menyampaikan keluh kesahnya secara langsung melalui program Jumat Curhat.
Selain itu, Keuchik Desa Lampulo juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan seluruh stakeholder yang selama ini telah melakukan baik penanganan maupun pengamanan terhadap pengungsi Rohingya.
“Terima kasih Kapolda Aceh dan jajaran yang sudah maksimal dalam penanganan Rohingya. Apalagi baru-baru ini Kapolda Aceh telah melaksanakan patroli udara dan turun langsung ke wilayah untuk melihat langsung situasi perairan Aceh. Ini adalah upaya yang patut diapresiasi,” kata Alta Zaini.







