Gubernur menambahkan, Prof Quraish Shihab juga memberikan empat makna dari Ukhuwah. Pertama adalah Ukhuwah fil ‘Ubudiyyah yaitu persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk kepada Allah, kedua adalah Ukhuwah fil insaniyyah, dalam arti bahwa seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena semua berasal dari seorang ayah dan ibu, yaitu Adam dan Siti Hawa.
Ketiga adalah Ukhuwah fil Wathaniyah wal Nasab, yaitu persaudaraan dalam kebangsaan dan keturunan, dan terakhir adalah Ukhuwah fid Dinul Islam, yaitu persaudaraan sesama muslim.
Oleh karena itu, Gubernur mengajak para hadirin untuk selalu memperkuat ukhuwah agar terbangun kebersamaan yang dilandasi atas empati, sebagai sikap saling merasakan apa yang dirasakan oleh saudara yang lain. Empati juga mengajarkan kita untuk mengerti orang lain secara mendalam, baik dari segi emosional maupun intelektual.
Gubernur menjelaskan, rasa mpati akan melahirkan kebersamaan yang didasari oleh semangat saling memaafkan dan mengambil manfaat dari perbedaan bukan justru menciptakan konflik oleh karena perbedaan.
“Untuk itu, atas nama Penjabat Gubernur Aceh, kami mengajak seluruh komponen dan elemen masyarakat untuk saling bersatu padu menebarkan kedamaian serta membangun kebersamaan. Saya akan menjadi orang yang berdiri paling depan untuk itu, karena kita sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti tuntas dikerjakan untuk mencapai kemashlahatan,” kata Gubernur.
Untuk itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadhan untuk menyatukan nilai-nilai spiritual, moral, sosial, fisik, medis dan psikologis untuk membangun suatu kesatuan yang dibarengi dengan semangat gotong royong dan saling tolong menolong, terutama dalam hal kebaikan.







