“Insya Allah, tadarus dalam Bulan Ramadhan di Mushalla Meuligoe ini berlanjut di tahun mendatang, saat Aceh Besar memiliki Bupati Defenitif,” tandas Iswanto.
Bukan hanya itu, Pj Bupati Aceh Besar itu juga berharap upaya penguatan dan pendalaman ilmu agama yang selama ini telah digalakkan di Meuligoe Bupati Aceh Besar, dapat terus dilanjutkan.
Sebagai upaya memperkuat aqidah dan pembentukan karakter islami untuk warga Aceh Besar, terutama di seputar Kota Jantho.
Seperti diketahui, sejak setahun lebih, Pj Bupati Aceh Besar menginisiasi pengajian rutin di Meuligoe Aceh Besar.
Khusus untuk kaum bapak dilakukan setiap malam Jumat yang diasuh oleh Abah Juanidi yang juga pengasuh sekaligus pembina Dayah Mahadul Fata, Lamkabue Seulimuem.
Abah Junaidi juga tercatat sebagai Imum Chik Masjid Agung Almunawwarah Kota Jantho. Pengajian rutin kaum bapak itu berlangsung di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar.
Selain itu juga ada pengajian rutin untuk kaum ibu, yang diasuh oleh Ustadz Masrul Aidi yang juga Pengasuh Pensantren Babul Maghfirah, Cot Keueung Kutabaro.
Pengajian kaum ibu yang berlangsung di ruang tengah Hall Meuligoe itu dilaksanakan secara rutin di setiap Selasa petang. Selama Bulan Ramadhan pengajian rutin mingguan kaum bapak dan kaum ibu itu ditutup, dan akan dibuka kembali bakda Ramadhan.
“Mudah mudahan pengajian rutin itu terus berlanjut di masa mendatang,” kata Iswanto seraya menambahkan, upaya ini merupkan bagian penutup dari kita dalam mengisi pembagunan.
Lebih jauh ditambahkan, rangkaian kegiatan rutin spiritual di Meuligoe itu menjadi menjadi penentu dan penutup dari setiap ikhtiar bersama.







