Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Hakikat Idul Fitri: Memaafkan dan Menerima Maaf

167
×

Hakikat Idul Fitri: Memaafkan dan Menerima Maaf

Sebarkan artikel ini
IMG 20240410 WA0029

Idul Fitri mengisyaratkan kembalinya manusia kepada fitrah (kesucian), sebagaimana seseorang yang baru lahir dari rahim ibunya. Selain itu, fitrah ini juga didapat dengan memperoleh ampunan dosa dari Allah melalui ibadah Ramadhan.

Menurut Ustaz Abizal, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan luar biasa dalam mengampuni dosa manusia. Dosa kecil dapat terhapus dengan melakukan puasa Ramadhan, shalat tarawih, dan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Sementara dosa besar dapat diampuni melalui taubat nasuha, yaitu taubat yang sungguh-sungguh dengan menyesali semua dosa, meninggalkan dosa secara totalitas, dan berkomitmen untuk tidak mengulangi dosa. Ini menunjukkan perubahan diri yang semakin taat kepada perintah Allah dan semakin takut melakukan kemaksiatan, ciri khas orang yang bertakwa yang merupakan hasil dari puasa Ramadhan.

“Jika kita telah melakukannya dengan sungguh-sungguh, maka hari ini kita kembali kepada kesucian diri. Perlu diingat, hakikat dari hari raya bukanlah pada penampilan atau harta benda baru, melainkan pada ampunan yang kita peroleh dari Allah,” katanya.

Ustaz Abizal menegaskan bahwa merayakan Idul Fitri dengan penampilan baru sementara dosa belum diampuni adalah tindakan yang memalukan. Bahkan, kita sangat tidak beruntung jika di akhir Ramadhan dosa-dosa kita tidak diampuni oleh Allah SWT. (Ridha Yunawardi)

Girl in a jacket