Oleh karena itu, untuk menjaga tren positif tersebut, Gubernur mengingatkan agar Musrenbang sebagai forum tertinggi dalam sistem perencanaan pembangunan di daerah, dapat merumuskan arah dan prioritas pembangunan Aceh yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
“Pada kesempatan ini, saya mengajak semua pihak yang terlibat dalam musrenbang untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, agar Musrenbang kali ini dapat menghasilkan RKPA yang aspiratif, realistis, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur berpesan.
Mengacu pada tema RKPA Tahun 2025, yaitu ‘Mengurangi Ketimpangan Wilayah Melalui Pembangunan Infrastruktur Strategis dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan,’ Gubernur mengingatkan lima prioritas Pembangunan yang telah ditetapkan, yaitu Transformasi Sosial; dengan fokus kesehatan untuk semua, pendidikan berkualitas yang merata dan perlindungan sosial adapatif.
Transformasi Ekonomi; dengan fokus utama pada penerapan ekonomi hijau, dan perkotaan dan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan. Selanjutnya, Transformasi Tata Kelola; dengan fokus utama pada regulasi dan tata kelola yang berintegrasi dan adaptif.
Berikutnya, Keamanan Daerah Tangguh, Stabilitas dan Implementasi Syariat Islam; dengan fokus utama berdaya saing regional, nasional dan global serta transformasi nilai nilai syariat Islam.
Terakhir, Ketahanan Sosial Budaya dan Ekologis, dengan fokus utama beragama maslahat dan berkebudayaan maju, keluarga berkualitas, kesetaraan gender dan masyarakat inklusif, lingkungan hidup berkualitas dan berketahanan energi, air dan kemandirian pangan.







