“Ini bukan krisis air, tadi saya sudah cek sumurnya baik di Mon Ikeun maupun di Lamcok, air sumurnya ada, namun mata airnya kecil sehingga pipa sanyo tidak sampai terhubung ke air, jadi itu perlu dilakukan penggalian sumurnya, agar airnya lebih bersih dan lebih deras,” ucapnya.
Selain itu, terkait adanya pemberitaan mengenai keluhan warga menderita sakit kulit atau gatal-gatal akibat krisis air bersih yang berkepanjangan itu sudah kita pastikan langsung ke Dinas Kesehatan dan jajaran Forkopimcam bahwa itu tidak ada.
“Tapi kalau rutinitas ada yang sakit satu atau dua orang itu hal yang normal,” imbuhnya.
Iswanto mengatakan dirinya juga telah memerintahkan langsung Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk melayani masyarakat jika ada keluhan masalah kesehatan dan sebagainya dampak dari kekurangan air tersebut.
Iswanto juga menambahkan bahwa hari ini Pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih.
Dan menurutnya tidak hanya Pemerintah, PT. SBA juga melakukan hal yang sama untuk membantu masyarakat yang kekurangan air bersih dengan berkoordinasi intens bersama Camat, Keuchik dan para tokoh masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih dan memastikan bantuan air bersih ini dapat menjangkau seluruh gampong yang membutuhkan, dan saya telah memerintahkan beberapa dinas terkait untuk selalu standby dilokasi kekurangan air bersih ini selama 24 jam penuh,” tegasnya.
Dan menurut Iswanto pihaknya besok akan merespon dengan melakukan rapat koordinasi, menginput beberapa data dari kawan-kawan TNI/Polri, Camat dan akan menentukan sikap untuk menindaklanjuti terkait kekurangan air bersih ini.







