Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Fenomena Kekeringan yang Melanda Daerah Karst Kecamatan Lhokga Aceh Besar, Ini Penjelasan Kadis ESDM Aceh

382
×

Fenomena Kekeringan yang Melanda Daerah Karst Kecamatan Lhokga Aceh Besar, Ini Penjelasan Kadis ESDM Aceh

Sebarkan artikel ini
IMG 20240518 WA00381

Secara Hidrogeologis, berdasarkan beberapa kajian ilmiah yang dilakukan oleh BGR, Jerman pada tahun 2007 dan juga oleh Universitas Gadjah Mada pada tahun 2021, Sumber air pada Pucok Krueng yang berdekatan dengan desa Naga Umbang merupakan sebuah sistem hidrologi karst yang airnya terkoneksi dengan Gua Uleu. Gua Uleu sendiri merupakan bagian dari hutan lindung atau zona resapan pada lembah Lunto dengan arah aliran air tanah menuju ke Utara.

Gambar 2: Terdapat 5 Daerah resapan atau daerah tangkapan air (DTA) di sekitar Pucok Krueng. DTA Pucok Krueng mengalir kearah Lembah linto menghubungkan gue Uleu dan Pucok Krueng di bagian utara, sedangkan DTA Kuari Gamping PT Solusi Bangun Andalas mengalir ke arah Barat (Penelitian BGR, Jerman 2007 dan UGM , 2021).

Berdasarkan kajian tersebut juga diketahui bahwa zona resapan aliran Pucok Krueng berbeda dengan zona resapan lokasi PT Solusi Bangun Andalas (SBA) yang arah aliran air tanahnya menuju ke Barat atau menuju laut (Gambar 2), hal ini sudah dibuktikan melalui uji tracer test dengan melakukan injeksi media berwarna (zat uranine) pada gua dan rongga untuk menelusuri arah aliran air tanah di gua Uleu (zona resapan Pucok Krueng) ataupun di gua Quarry (Zona resapan daerah PT Solusi Bangun Andalas) ( Gambar 3).

Sehingga berdasarkan kajian ini tidak dapat dibuktikan bahwa isu aktivitas penambangan berkaitan dengan kekeringan beberapa sumber air disekitar wilayah tersebut.

Gambar 3: uji tracer test dengan melakukan injeksi media berwarna (zat uranine) pada gua dan rongga untuk menelusuri arah aliran air tanah di gua Uleu (zona resapan Pucok Krueng) ataupun di gua Quarry (Zona resapan daerah PT Solusi Bangun Andalas) (UGM, 2021).

Girl in a jacket