Dalam kesempatan itu, Bustami menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi pihak Bank Aceh yang telah peduli untuk memberi bantuan kepada anak kanker dan thalasemia. Ia juga berharap pihak lain juga dapat memberikan bantuan serupa.
“Saya berharap kepada semua pihak untuk ikut mambantu dengan tulus, menolong anak-anak kita di rumah singgah, bantuan kita sangat berharga yang akan membuat mereka kuat dalam menjalani proses pemulihannya,” kata Bustami.
Dalam kesempatan itu Bustami turut memuji Ketua Yayasan Darah untuk Aceh Nurjannah Husein, yang gigih dan penuh keikhlasan serta konsisten merawat keberlangsungan yayasan bagi anak-anak penderita kanker dan thalasemia itu.
“Tentu di balik itu semua keikhlasan hati dan perjuangan Bu Nurjannah patut ditiru,” kata Bustami.
Selain itu, Bustami juga meminta semua pihak untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengecekan kesehatan sebelum menjalin ikatan perkawinan. Sebab thalasemia pada anak diturunkan dari kedua orang tuanya yang memiliki kelainan genetik. “Anak adalah amanah, mereka butuh uluran tangan kita semua,” kata Bustami.
Sementara itu, Ketua Yayasan Darah untuk Aceh, Nurjannah Husain, mengatakan, Bustami merupakan Gubernur yang pertama sekali berkunjung ke rumah singgah anak kangker dan thalasemia tersebut.
Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih.
Nurjannah mengatakan, Yayasan Darah untuk Aceh dibangun sebagai wadah untuk mendukung dan membantu anak thalasemia.
Rumah singgah yang ditempati pasien anak thalasemia itu disewa Yayasan Darah untuk Aceh sejak tahun 2016. Rumah tersebut menjadi tempat persinggahan dan penginapan bagi pasien anak dan orang tua dari berbagai kabupaten kota yang jauh. Terutama bagi mereka yang perlu rutin setiap minggu transfusi darah maupun kemo di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh.







