Sejak awal saya ditugaskan beberapa tahun yang lalu, ini menjadi pressing dari Presiden, Mendagri dan Pj Gubernur Aceh untuk menyelesaikan kasus stunting di Aceh Besar, jadi kita harus bisa memastikan untuk mengurangi kasus stunting di Aceh Besar,” ungkapnya.
Selanjutnya Pj mengatakan sudah berapa banyak alokasi anggaran dari Kabupaten Aceh Besar setiap tahunnya yang masuk kemulut anak stunting.
“Jajaran Dinas Kesehatan harus bisa memastikan di Kecamatan Kuta Baro ini dari 400 yang tertinggal sekian anak stunting dalam waktu tiga (3) bulan kedepan berapa rupiah masuk setiap hari kedalam mulut anak tersebut, itu baru bisa menyampaikan bahwa kita sudah bekerja luar biasa,” imbuhnya.
“Begitu juga bantuan kolaborasi dari berbagai sektor seperti hari ini, jadi suplemen, vitamin yang luar biasa bagi generasi penerus kita dan ada hal-hal yang harus diintervensi segera ketika anak tersebut dikategorikan mengindap satu jenis penyakit dan sebagainya, segera dilaporkan dan dikonsultasikan ke dinas terkait,” tambahnya.
Iswanto juga mengatakan di Kecamatan Baro ini sangat banyak yang sudah dilakukan untuk mengatasi stunting baik itu dari sumber APBK, APBN, donatur, TNI/Polri, Akademisi dan organiasi vertikal lainnya. Kemudian lebih dari tiga (3) Fakultas yang beraudiensi dengannya dan semua diarahkan ke Kecamatan Kuta Baro termasuk Kejati.
“Namun dari 400 orang anak itu, berapa rupiah yang sudah masuk kemulut mereka, setiap saat kita mencoba berpikir memberikan yang terbaik bagi warga dan masyarakat khususnya di Kecamatan Kuta Baro,” katanya.







