Pemeriksaan menunjukkan gangguan fungsi ginjal akut menuju kronis serta kadar asam urat yang tinggi. Harsono sempat direncanakan untuk dirujuk ke Medan pada 13 September, namun kondisinya memburuk, dan ia menjalani tindakan cuci darah sebelum akhirnya meninggal dunia pada pukul 04.09 WIB. Beliau meninggal dengan didampingi istrinya, dokter dan perawat.
Jenazah Harsono dishalati di RSUD Zubir Mahmud dan diterbangkan ke Gorontalo untuk dimakamkan. Satu dokter dari panitia PON turut mendampingi jenazah hingga diserahkan kepada keluarganya.
Kepergian Harsono meninggalkan duka mendalam di kalangan atlet dan pelatih sepak takraw.
Penyebab kematiannya adalah gagal ginjal kronis, sepsis, dan pneumonia. Almarhum ditangani oleh tim dokter RSUD Zubir Mahmud yang terdiri dari spesialis penyakit dalam, paru, ortopedi, dan anestesi. []







