Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Dugaan Mark-up, MaTA Desak BPKP Audit Investigasi Pengelolaan Dana PON Aceh-Sumut

101
×

Dugaan Mark-up, MaTA Desak BPKP Audit Investigasi Pengelolaan Dana PON Aceh-Sumut

Sebarkan artikel ini
IMG 20240920 WA00011

Jika terbukti ada, kata Alfian, kasus tersebut harus diserahkan kepada aparat penegak hukum. Namun, jika tidak ditemukan kerugian, hasil audit harus dipublikasikan agar masyarakat mendapat kepastian dan tidak berspekulasi, terutama terkait proses penganggaran dan pengelolaan keuangan.

“Kita tidak mau bahwa kondisi ini dimanfaatkan hanya secara ekonomi oleh orang-orang yang bermental korup. Dan saya lihat di ajang PON ini ada indikasi itu,” pungkas Alfian.

Pada kesempatan itu, Kajari Banda Aceh, Suhendri SH MH menilai sejumlah kejadian yang viral di media beberapa waktu lalu terkait pelaksaan PON, agar kiranya dapat menjadi rambu terhadap para pelaksana agar bisa bekerja lebih baik.

“Intinya kita resah pada persoalan PON ini, benar ndak nanti ketika prestasi, nama baik Aceh, ada hal yang merusak seperti korupsi atau tidak? makanya kita dialog, agar bisa mengawal bersama,” jelasnya.

Ia juga berharap agar hal yang ditakutkan masyarakat tentang adanya korupsi dikemudian hari semoga tidak terjadi. “Dan itu mudah-mudahan bisa diwujudkan. Saat ini tugas kami untuk memitigasi resiko hukum, peran kami sebagai jaksa, yakni pengacara negara untuk mendampingi kegiatan PON agar berjalan sesuai regulasi dan hal-hal yang baik,” jelasnya.

Pengamat kebijakan publik, Nasrul Zaman, mendukung penuh untuk diusut sejumlah persoalan, yang terindikasi korupsi dalam kegiatan PON XXl.

“Jika memang ada terkait dengan korupsi silahkan, di perkuat saja dengan data-datanya di foto dan di videokan, nanti diserahkan ke kejaksaan boleh, kepada polisi juga boleh, pada LSM anti korupsi juga boleh,” jelasnya.

Girl in a jacket