Pada kesempatan yang sama, penghargaan Adiwiyata juga diberikan kepada sekolah-sekolah di Aceh yang berhasil menciptakan budaya cinta lingkungan. Safrizal menekankan pentingnya menanamkan kesadaran akan kebersihan dan pelestarian lingkungan di kalangan anak-anak sekolah.
Penghargaan Kalpataru, yang merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi para pahlawan lingkungan, diberikan kepada Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Gampong Damaran Baru di Kabupaten Bener Meriah dan LSM Balee Jurong di Kota Langsa. Safrizal menyebut mereka sebagai “pahlawan lingkungan” yang dedikasinya dalam menjaga alam menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Kepala DLHK Aceh, A. Hanan, menyatakan bahwa Anugerah Lingkungan Hidup ini adalah bentuk apresiasi terhadap kepala daerah, individu, kelompok, sekolah, dan dunia usaha atas upaya mereka dalam perlindungan lingkungan hidup.
Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 122 penerima, termasuk 32 perusahaan yang berhasil meraih Proper, 12 sekolah Adiwiyata, serta pemerintah daerah yang menyusun Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD).
Hanan juga mengungkapkan bahwa Aceh baru-baru ini meraih penghargaan nasional atas penyusunan IKPLHD terbaik dan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra, yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 18 September lalu. Hanan berharap penghargaan ini dapat memotivasi berbagai pihak untuk terus menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Aceh. []







