Pertama, kata Safrizal, menjaga ketersediaan bahan pokok dengan cara membangun kerja sama antar daerah agar bisa saling memasok komoditas yang dibutuhkan dari daerah yang berlebih. Kemudian petani dan peternak juga perlu terus didorong dan diberikan dukungan untuk berproduksi.
Selanjutnya, pemerintah kabupaten/kota juga harus menjaga alur distribusi pasokan bahan pokok berjalan dengan lancar.
“Kolaborasi dengan kepolisian, jangan ada penimbunan hingga menghambat proses distribusi, begitupun dengan kondisi jalan diperhatikan bila ada longsor atau jalan rusak segera diperbaiki dan buka jalur alternatif,” kata Safrizal.
Ketiga, menggelar operasi pasar murah agar sebagai daya ungkit menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, dari segi pertumbuhan ekonomi Safrizal meminta kepala daerah di Aceh untuk membuka kemudahan izin investasi bidang industri. Ia mengatakan, lewat industri banyak tenaga kerja Aceh yang bisa tertampung sehingga bermuara pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan.
“Sektor pertanian, perkebunan dan perikanan menjadi penopang ekonomi Aceh saat ini, namun menumbuhkan ekonomi lewat sektor tersebut berjalan lambat, kalo mau cepat harus lewat industri,” kata Safrizal.
“Oleh sebab itu, kita harus sinergi, bukan hanya antar sesama Pemda, tapi juga instansi vertikal,” pungkas Safrizal.
Dalam pertemuan itu, Pj Gubernur didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Zulkifli, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah, Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran dan sejumlah Kepala SKPA lainnya. []







