Ia menggarisbawahi pentingnya fokus pada pengerjaan setiap motif secara teliti agar hasil akhirnya terlihat seimbang dan simetris.
“Butuh ketelitian dan konsentrasi tinggi untuk menyelesaikan satu motif secara akurat. Pembinaan diperlukan agar motif bisa sempurna, kemudian bisa dirangkai menjadi produk seperti taplak meja atau seprai,” paparnya.
Tidak hanya membahas peningkatan kualitas kerajinan, Safriati juga menyoroti pentingnya regenerasi perajin lokal. Mayoritas perajin di Simeulue Timur saat ini adalah generasi senior, sehingga diperlukan upaya serius untuk melibatkan generasi muda dalam melestarikan warisan budaya ini.
“Kami mengajak Dekranasda Kabupaten untuk mengenalkan keterampilan kerajinan ini kepada generasi muda. Ini bisa dilakukan melalui dinas pendidikan dan dimasukkan dalam kurikulum SMK, sehingga anak muda di sini memiliki keterampilan yang berakar dari budaya mereka sendiri,” kata Safriati.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu mendorong kemajuan industri kerajinan di Simeulue Timur dan memberi kesempatan bagi generasi muda untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan lokal. []






