“Kami sangat menghargai kehadiran tokoh-tokoh global, peneliti, dan praktisi yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana tsunami,” tambahnya.
Dr. Safrizal juga mengajak semua pihak untuk terus memperbarui pengetahuan dan kesiapan menghadapi tantangan dan risiko yang terus berkembang, termasuk dampak perubahan iklim yang semakin memperbesar potensi bencana alam.
Ia berharap, pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang bermanfaat bagi semua pihak, seraya menjadikan Aceh sebagai pusat pengembangan dan diseminasi pengetahuan terkait mitigasi tsunami.
Pada kesempatan itu, Dr. Safrizal juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan simposium ini, khususnya UNESCO-IOC, BMKG, dan para mitra internasional lainnya.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif global dan bersedia berbagi pembelajaran dari pengalaman kami untuk bersama-sama mencapai dunia yang lebih aman,” sebut alumni SMA3 Banda Aceh itu.
Simposium ini dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah negara, termasuk duta besar dari sejumlah negara, serta sejumlah pejabat tinggi dari lembaga internasional seperti UNESCO dan UNOCHA. []






