Oleh karena itu, pernyataan yang meminta penambahan pasukan ini sangat tidak tepat dan berisiko memperkeruh suasana,” ujar Nyak Dhien, yang juga dikenal sebagai tokoh senior GAM.
Menghargai Proses Damai dan Rekonsiliasi
Sebagai mantan anggota GAM, Nyak Dhien sangat menghargai proses damai yang telah terjadi antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang telah mengakhiri konflik panjang yang berlangsung lebih dari tiga dekade.
Menurutnya, masyarakat Aceh kini sedang fokus untuk melanjutkan proses rekonsiliasi dan pembangunan, serta menikmati hasil dari perdamaian yang telah dicapai.
“Perdamaian di Aceh adalah hasil perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Kami, sebagai bagian dari sejarah perjuangan GAM, sangat menghargai dan menjaga kedamaian ini.
Jadi, kami berharap anggota DPR RI seperti Tiong, yang seharusnya mewakili kepentingan rakyat, tidak membuat pernyataan yang justru bisa mengguncang kedamaian yang sudah kami raih,” tambah Nyak Dhien.
Mengingatkan untuk Tidak Meningkatkan Ketegangan Nyak Dhien menegaskan bahwa ketegangan yang tidak perlu, baik itu dalam bentuk pernyataan ataupun tindakan lainnya, bisa memengaruhi stabilitas sosial di Aceh.
Sebagai mantan tahanan politik yang telah melalui banyak pengalaman sulit, Nyak Dhien berharap para pemimpin di Jakarta memahami situasi di Aceh dengan lebih bijaksana dan tidak membuat pernyataan yang bisa merugikan proses perdamaian yang tengah berlangsung.
“Kami di Aceh ingin terus hidup dalam damai. Kami meminta pada DPP partai Golkar untuk menegur kadernya yang asal bicara. Tolong menjaga ucapan agar tidak memperkeruh suasana yang sudah sangat kondusif ini,” tegasnya.







