“Konsentrasi beliau inilah yang membuat hati saya tergerak untuk memenangkan pasangan Illiza–Afdhal di Banda Aceh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Balia mengungkapkan bahwa keyakinannya juga diperkuat oleh tausiyah Ustadz Abdul Somad (UAS), yang beberapa waktu lalu menyatakan bahwa perempuan diperbolehkan memimpin suatu daerah asalkan kekuasaannya tidak bersifat absolut dan dapat diberhentikan.
Dalam tausiyah, UAS juga menyebutkan tentang Illiza yang memiliki pondok pesantren dan gratis. Apalagi jika terpilih sebagai Wali Kota Banda Aceh akan memberikan kuota beasiswa kepada 25.000 orang per tahun.
“Karena itu, saya memiliki keyakinan kuat dan mengajak seluruh masyarakat kota Banda Aceh untuk tidak salah pilih pemimpin dalam Pilkada ini. Agar tidak merugikan kota Banda Aceh selama lima tahun ke depan,” imbaunya.
Di akhir pernyataannya, Balia mengimbau masyarakat Banda Aceh untuk menjauhi praktik politik uang atau money politik yang mungkin terjadi menjelang pemungutan suara pada Pilkada 2024.
“Jauhi money politik karena itu merupakan sebuah pelanggaran dan dapat merusak demokrasi,” tutupnya. []







