Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya baru dilantik sebagai Ketua BADKO HMI Aceh pada 14 Juni 2024.
“Kami ingin menyampaikan program kerja yang akan kami laksanakan ke depan, salah satunya adalah Kemah Kebangsaan yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme, seperti toleransi, tanggung jawab, kerja sama, dan cinta tanah air,” ujar Reza.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas upaya menciptakan Pilkada damai di Aceh pada tahun 2024.
Reza menambahkan bahwa BADKO HMI Aceh berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan kondusivitas selama proses Pilkada berlangsung.
Reza juga menyampaikan sejarah singkat HMI yang didirikan pada 5 Februari 1947 oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH-UII).
“HMI dibentuk dengan tujuan mempertahankan Negara Republik Indonesia, mempertinggi derajat rakyat, serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam,” jelasnya.
Hadir dalam audiensi tersebut Aster Kasdam IM, Waasinteldam IM, Dandeninteldam IM, dan Kapendam IM.
Sementara dari pihak BADKO HMI Aceh turut hadir Syahfuzal Helmi (Bendahara Umum), Wira Yaqin Pelas (Kabid Advokasi Hukum dan HAM), Shandoya (Kabid Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda), serta Moch Ramzi (Kabid Informasi dan Komunikasi). ***







