“Pengembangan dan upaya menjaga kualitas Kopi Gayo tentu membutuhkan kolaborasi bersama. Ungkapan yang dapat kita katakan saat ini adalah, bahwa Kopi Gayo Kurang Barang,” ucap Safrizal.
Lulusan terbaik STPDN angkatan pertama itu menambahkan, benerapa waktu ke depan dirinya akan membawa beberapa duta besar negara sahabat untuk mencicili kopi Gayo.
“Kopi bukan tentang rasa pahitnya, bukan tentang hitamnya karena rasa kopi akan menembus ruang, sekecil apapun itu. Insya Allah, dengan semangat bersama kita akan terus mengembangkan kopi Gayo agar masyarakat petani lebih berjaya,” pungkas Safrizal. []







