“Insya Allah, segera menyusul bantuan masa panik lanjutan dari Pemkab Aceh Besar, untuk kebutuhan dasar para santri korban terdampak kebakaran,” tutur Iswanto yang dapat menyembunyikan rasa duka atas musibah itu.
Tampak beberapa pimpinan OPD di Jajaran Pemkab Aceh Besar juga turut hadir di lokasi, antara lain Kadisparpora Abdullah, Inspektur Zia Ul Haq, Kadisdik Dayah Abubakar, Plt Kadis Sosial Aulia Rahman, Camat bersama Forkopimcam Kutabaro, anggota DPRK Aceh Besar Satria dan Muslim.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kami akan segera memberikan bantuan, terutama untuk kebutuhan mendesak para santri yang kehilangan tempat tinggal. Kami juga mengapresiasi kerja cepat tim Damkar BPBD Aceh Besar serta dukungan dari Damkar Banda Aceh serta Beimob Polda, bersama masyarakat dalam memadamkan api,” ungkap Iswanto di lokasi kejadian.
Dalam upaya mendukung proses pemulihan, pemerintah telah menyediakan dua tenda darurat sebagai hunian sementara bagi para santri yang terdampak. Iswanto memastikan bahwa kebutuhan logistik dan fasilitas dasar lainnya akan segera disiapkan.
“Pemulihan akan menjadi prioritas kami. Dayah harus dapat kembali beroperasi secepatnya,” tambahnya.
Kronologi dan Penanganan Kebakaran
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi menjelaskan, kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik ini menghanguskan empat bilik asrama putri di lantai dua dan sebagian gudang peralatan pramuka di lantai bawah.
Pemadaman berhasil dilakukan dalam waktu dua jam berkat kerja sama tim Damkar BPBD Aceh Besar, Damkar Banda Aceh, Damkar Brimob Polda Aceh, relawan dan masyarakat.







