Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah melalui Kominfo telah meluncurkan berbagai program literasi digital. Salah satunya adalah Pandu Digital, yang melatih relawan untuk menyebarkan literasi digital di daerah-daerah. Ada pula School of Influencer, yang bertujuan mendukung kreator konten agar mampu menghasilkan materi yang inspiratif dan edukatif. “Generasi muda harus memahami bahwa setiap tindakan mereka di ruang digital membawa dampak besar, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat,” kata Dedy Permadi.
Pentingnya literasi digital juga didorong oleh maraknya konten negatif yang terus beredar di dunia maya. Edukasi literasi digital menjadi tameng bagi masyarakat untuk memilah informasi yang mereka terima dan memanfaatkan internet dengan cara yang produktif. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan penyedia platform digital, ruang internet di Indonesia diharapkan dapat menjadi tempat yang sehat, aman, dan bermanfaat.
Dedy Permadi menyimpulkan bahwa internet bukan hanya alat, melainkan kekuatan yang harus dikelola dengan bijak. “Kita semua, terutama generasi muda, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa internet digunakan untuk kebaikan, bukan untuk merusak,” tutupnya.







