Dalam maulid kali ini, juga diwarnai dengan santunan terhadap 140 orang anak yatim yang per orangnya mendapat Rp 250.000.
“Semua dana itu adalah donasi dari anggota dan para sesepuh Kemab. Anggota Kemab sebagian besar adalah pedagang di Pasar Minggu, serta juga ada pengusaha dan mantan pejabat di ASN serta BUMN,” kata Iskandar Ali yang juga seorang pedagang grosir.
Kemab yang berdiri sejak tahun 1993 memiliki rangaian kegiatan sosial baik di dalam maupun luar negeri. Kemab pernah mendirikan dapur umum di Gempa Poso, dan bahkan hingga di Palestina sebagai misi kemnusiaan.
Terakhir Kemab ikut membiayai perobatan bocah bocor jantung dari Aceh, dan ternyata anak dari keluarga yang tak mampu. “Kami bekerja secara bersama, termasuk melakukan urun dana, untuk semua misi kemanusiaan yang kami lakukan,” tutur Iskandar Ali.
Tampak hadir dalam acara itu, Anggota DPD Tgk Ahmada yang ikut memberikan tausiah singkat, mantan Bupati Aceh Besar Drs Sayuthi Is, Sanusi Hasyem yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Aceh Rayeuk (Kekar) Jakarta yang juga sempat ikut kontestasi Pilkada Aceh Besar dan menjadi wakil Musanif, serta tokoh warga Aceh Besar di Jakarta.
Acara pelantikan itu ditutup makan siang bersama dengar kuliner khas Aceh Rayeuk seperti kuah beulangong, tumis keumamah, tumeh udeung serta gulai kepala ikan (ulee eungkot) yang melegenda itu.
Semua kuliner khas Aceh Rayeuk itu disumbangkan oleh anggota Kemab serta warga Aceh Besar di Jakarta dan sekitarnya.
Khusus untuk Maulid Nabi Besar Muhammad, pihak Kemab melakukan malam ini, karena siang hari hanya dilakukan acara pengukuhan atau pelantikan.***







