Pelukan Safriati untuk Zulaiha yang Menyampaikan Harapan dalam Sedu Sedan Tangisnya
Safriati tak bisa menahan airmatanya, meski berusaha menenangkan Siti Zulaiha dalam peluknya, namun tangisnya pecah juga, saat Zulaiha memperkenalkan diri.
“Nama saya Siti Zulaiha 42 asal Bener Meriah, hukuman saya seumur hidup,” ucap Zulaiha memperkenalkan diri. Tangisnya pecah, Safriati memeluknya erat. Bening airmata menetes deras di pipi Safriati, sesekali istri Pj Gubernur Aceh itu menyeka airmata dengan tisunya. Sesekali Safriati juga menyeka airmata di wajah Zulaiha.
Tangannya terus memeluk dan sesekali mengelus bahu Zulaiha, menenangkannya yang menyampaikan testimoni dalam sedu sedan tangisnya. Setelah bisa menguasai keadaan, Zulaiha menyampaikan harapannya dengan terbata-bata. Pj Ketua TP PKK terus berdiri di sisinya, merangkul sembari sesekali mengelus bahu Zulaiha.
“Selama ini, kami juga sudah mendapatkan berbagai bimbingan dan pelatihan dari Ibu Lapas, kami sangat berterima kasih, tetapi kami siap untuk mendapatkan pelatihan lain. Kami butuh bimbingan ibu agar kami bisa berbuat sesuatu yang lebih baik saat teman-teman bebas nanti, agar kami bisa mandiri dan tidak dipandang sebelah mata saat kami keluar nanti,” kata Zulaiha.
Menanggapi harapan Zulaiha, Safriati menegaskan dukungannya dan akan segera menghubungi dinas terkait untuk memberikan pelatihan kepada warga binaan Lapas Kelas II B Sigli.
“Nanti akan kami sampaikan kepada dinas terkait untuk memberikan pelatihan-pelatihan yang bisa ibu-ibu ikuti dan terapkan, sehingga saat keluar nanti menjadi bekal memperbaiki kehidupan setelah keluar Lapas,” ujar Safriati.







