Tidak hanya itu, penghargaan kepada pemenang lomba desa kerajinan Dekranasda se-Aceh juga turut diserahkan. Para juara hingga pemenang favorit mendapatkan apresiasi atas kontribusinya dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Selain itu, lima guru berdedikasi juga menerima penghargaan atas jasa mereka dalam dunia pendidikan.
Acara ini juga menjadi momen peluncuran buku cerita edukasi anak yang bertema pendidikan karakter, memberikan tambahan nilai inspiratif pada peringatan kali ini.
Pada puncak acara, Pj Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, menyerahkan penghargaan Gender Champion, santunan untuk anak yatim, serta plakat ucapan terima kasih kepada empat perusahaan yang telah berkontribusi melalui program CSR mereka. Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan pesan inspiratif tentang perjuangan perempuan dalam sejarah bangsa.
“Betapa besar jasa perempuan, terutama ibu, dalam membangun keluarga dan negara. Kita tidak akan menjadi bangsa yang kuat tanpa keterlibatan perempuan yang tangguh,” ujar Safrizal.
Ia menambahkan bahwa tema PHI tahun ini, “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”, sangat relevan dengan tantangan zaman. “Perempuan harus terus diperkuat perannya dalam pembangunan dan berbagai sektor kehidupan. Semua peran bisa dilakukan oleh perempuan,” tegasnya.
Safrizal lebih lanjut mengatakan, Peringatan Hari Ibu menjadi momen penting untuk mengenang dan menghargai jasa perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keluarga hingga masyarakat. “Perayaan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi perempuan di berbagai lini kehidupan,” pungkas Safrizal.







