Salah satunya dengan membentuk 3 program prioritas yang bisa mengurangi angka kekerasan perempuan dan anak di Indonesia.
“Yaitu Ruang Bersama Indonesia, perluasan Call Center SAPA 129, dan penyediaan satu data perempuan dan anak tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya
Sementara itu Penjabat Ketua TP PKK Aceh Safriati Safrizal menyambut baik tiga program yang digagas Kementrian PPA tersebut. Menurutnya program-program yang disebutkan telah menunjukan bahwa prioritas Pemerintah saat ini telah merata dan akan menyentuh semua pihak.
Apalagi saat ini banyak ibu menjalankan berbagai peran sekaligus, baik sebagai pengasuh, pendidik, maupun pekerja.
“Untuk itu, sudah selayaknya masyarakat dan pemerintah memberikan dukungan lebih kepada para ibu,” katanya.
Oleh sebab itu pula Safriati sangat mendukung tiga program kementrian PPA tersebut.
“Selain menjadi pelindung baik atas kekerasan atau atas hal-hal yang tak diinginkan lainnya, tiga program prioritas tersebut saya yakin mampu membuat para perempuan lebih berdaya saing di era moderen ini,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama Safriati juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada kepada seluruh perempuan kuat di Indonesia. Khususnya di Aceh dimana banyak perempuan Aceh yang saat ini telah menunjukan kemampuannya masing-masing.
“Dan ini adalah aset Aceh yang sangat baik, bukan hanya lelaki, suatu bangsa dan daerah akan terlihat hebat dan berkembang bila perempuan-perempuan mempunyai daya saing sama seperti para lelakinya,” ujarnya. []







