KPMM yang kuat ini memungkinkan Bank Aceh untuk terus tumbuh dan berekspansi, serta memberikan fleksibilitas dalam memberikan dividen yang lebih besar yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
“KPMM yang sehat merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan dan keberlanjutan Bank Aceh. Dengan modal yang kuat, kami dapat terus meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada sektor-sektor produktif, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat Aceh,” tambah Fadhil.
Bank Aceh mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2024. berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2024 ini, Bank Aceh telah mencatatkan laba sebesar Rp. 590 miliar serta total aset Rp31,9 triliun atau naik 4,82 persen.
Sementara itu, realisasi pembiayaan 2024 mencapai Rp20,4 triliun atau tumbuh 9,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp18,6 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) Bank Aceh tercatat Rp26,2 triliun.
“Kami berharap dividen ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para pemegang saham Bank Aceh,” tambah Fadhil.
Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, meminta jajaran Direksi Bank Aceh Syariah untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Ia berharap layanan Bank Aceh bisa selevel dengan bank nasional.
“Kita memang lebih kecil, tapi harus bisa jadi smart bank,” kata Safrizal.
Safrizal juga meminta agar Bank Aceh terus mengembangkan sistem syariah pada Bank Aceh agar lebih baik. Ia juga meminta direksi dan seluruh karyawan Bank Aceh tetap solid dalam bekerja.







