Fadhlullah juga menekankan pentingnya solidaritas dan kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat Aceh. Ia mengajak para mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan intelektual baik di kampus maupun di organisasi mahasiswa Aceh.
“Bangun solidaritas, pupuk jiwa kepemimpinan, dan asah keterampilan yang akan berguna bagi masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, Fadhlullah mengungkapkan kebijakan pemerintah Aceh yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan mahasiswa, dengan fokus pada pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
“Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam pendidikan. Saat masih di Komisi 1 DPR RI, setiap kali saya ke luar negeri, saya selalu bertanya berapa banyak mahasiswa Aceh di luar negeri? Jumlahnya sangat sedikit. Kami ingin meningkatkan jumlah mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri,” tambahnya.
Ia juga menginformasikan bahwa dua hari sebelum Ramadhan, pemerintah Aceh telah menuntaskan pembayaran gaji pegawai kontrak, sehingga perputaran ekonomi di Aceh berjalan lancar.
“Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, kami menuntaskan pembayaran gaji tenaga kontrak. Kami ingin mempermudah kehidupan rakyat, bukan mempersulitnya,” kata Fadhlullah.
Sementara itu, Ketua Mahasiswa Pascasarjana Aceh di Yogyakarta, Mahmuddin, menyampaikan harapan agar pemerintah Aceh lebih mendukung kegiatan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan lebih banyak beasiswa untuk mahasiswa Aceh, mengingat biaya pendidikan yang tinggi sering menjadi kendala. “Beasiswa akan sangat membantu kami untuk melanjutkan pendidikan dengan semangat,” ungkapnya.







