Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menegaskan dukungan penuh terhadap Aceh Ramadhan Festival 2025 sebagai bagian dari penguatan ekonomi syariah dan wisata ramah muslim di Aceh.
“Dengan adanya Aceh Ramadhan Festival, kami berharap dapat meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis syariah di Aceh.
Festival ini menjadi ajang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk-produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas,” ujar Agus.
Bank Indonesia akan memfasilitasi beragam aktivasi dalam perhelatan tersebut antara lain Lomba & Pameran Kaligrafi Nasional, serta penyalinan Mushaf Baiturrahman, salah satu manuskrip bersejarah Aceh yang saat ini tersimpan di Leiden University, Belanda. Nantinya, mushaf ini akan diserahkan kepada pengurus Masjid Raya Baiturrahman sebagai upaya melestarikan warisan Islam di Aceh.
“Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong transaksi non tunai melalui QRIS, aktivasi sistem pembayaran digital, serta program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) untuk memberikan layanan penukaran uang bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.
Aceh Ramadhan Festival 2025 kembali menegaskan Aceh sebagai destinasi wisata syariah unggulan di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara Pemerintah Aceh, Bank Indonesia dan Bank Aceh Syariah, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Islam, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan menikmati semarak bulan suci Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman.







