Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Kisah Marlina Muzakir, Kerap Nyisakan Jejak Kepedulian, Gemar Menebar Kebaikan Dalam Diam

129
×

Kisah Marlina Muzakir, Kerap Nyisakan Jejak Kepedulian, Gemar Menebar Kebaikan Dalam Diam

Sebarkan artikel ini
IMG 20250318 203034

Tanpa ragu, Marlina turun dari mobil, membawa paket sederhana berisi kebutuhan dapur, dua kilogram minyak goreng, dua kilogram gula, satu kotak kurma, dan tiga botol sirup.

“Pue haba, Bapak. Nyoe na sirup untuk buka puasa bacut,” ucapnya lembut saat menyerahkan bungkusan kepada Tgk Amir, seorang lelaki tua dengan keterbatasan fisik yang tampak terkejut dengan pemberian mendadak itu.

Tgk Amir menerimanya dengan senyum kecil, matanya berbinar meski bibirnya sedikit terbata.

Baginya, paket sederhana itu bukan sekadar bahan makanan, tetapi juga tanda bahwa di antara lalu lalang kesibukan dunia, masih ada yang peduli.

Di bawah terik matahari siang, Marlina terus bergerak, menyetop siapa saja yang terlihat membutuhkan. Tak ada sorotan kamera besar, tak ada barisan pejabat yang menyambut. Hanya dirinya, beberapa ajudan, dan tangan-tangan yang dengan tulus mengulurkan bantuan.

Bagi sebagian orang, sedekah mungkin adalah sesuatu yang perlu direncanakan dan diumumkan. Namun, bagi Marlina, itu adalah sesuatu yang datang secara spontan, mengalir begitu saja dari nalurinya sebagai seorang perempuan, seorang ibu, dan seseorang yang percaya bahwa kebaikan tak harus menunggu momen yang sempurna. []

Girl in a jacket