Tak hanya itu, Muwardi juga menghimbau agar masyarakat mulai mengurangi sampah plastik, agar lingkungan tetap terjaga.
“Setiap tahun, jutaan ton plastik terbuang ke lingkungan kita, baik dilautan, sungai, dan bahkan lingkungan sekitar rumah. Kehadiran sampah plastik ini bukan hanya memperburuk pemandangan, tapi juga bertahan selama ratusan tahun, meracuni tanah dan air serta membahayakan kehidupan makhluk hidup,” terangnya.
Hal tersebut juga dipertegas oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Aceh Besar Mulyadi, SH, mikroplastik yang lepas ke dalam ekosistem saat ini berakhir di rantai makanan dan pada akhirnya di piring masyarakat dan mengancam kesehatan serta merusak industri vital seperti pariwisata dan perikanan.
“Jadi, sudah saatnya masyarakat mulai mengurangi sampah plastik, usahakan, jangan membeli produk dalam kemasan sachet, tapi belilah produk yang dikemas dalam ukuran besar untuk mengurangi sampah. Jika memungkinkan, pilih produk yang dikemas dalam botol kaca atau daun,” ucap Mulyadi.
Ia menuturkan, mikroplastik yang terakumulasi dalam tubuh hewan laut dapat diserap ke dalam jaringan mereka, menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan gangguan reproduksi.
Manusia, yang sering berada di puncak rantai makanan, juga berisiko terpapar mikroplastik melalui konsumsi ikan dan seafood yang terkontaminasi.
“Ini bisa berdampak negatif pada kesehatan manusia,” pungkas Mulyadi. (**)







