Mereka bergelut dengan isu-isu investasi, dan penanaman modal, dan terpapar dengan informasi global melalui pelbagai kanal media. Mereka meresakan denyut derita Saudara-saudaranya sesama muslim di Palestina, sambungnya.
Mereka paham, tambah Iswanto, di setiap medan pertempuran dimana pun dan kapan pun selalu berjatuhan korban rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa mengapa peperangan itu harus terjadi.
Korban pertama dan paling menyayat hati merupakan anak-anak dan kaum perempuan. Mereka kehilangan suami atau kehilangan ayah dan terputuslah satu-satunya tempat bergantung.
Masih kata Iswanto, nasip anak-anak dan kaum perempuan sungguh menggugah perasaaan. Mereka kehilangan tempat bertenuh, kekurangan makanan, kekurangan air minum, tanpa penerangan di malam hari, dan bahkan tak sedikit dari mereka dalam kondisi fisik terluka tanpa tahu dimana hendak mengambil obat dan pembalut lukanya, tutur Iswsnto penuh haru.
“Pejabat yang saat ini tim saya, staf saya, dan pegawai kontrak di kantor saya, dapat meresakan deyut penderitaan rakyat Palestina maka tak heran bila mereka sangat antusias menyisihkan sedikit penghasilannya untuk kita sumbang ke sana,” tambahnya.
Jumlah donasi
Ungkapan Iswanto bukan sekadar permainan kata-kata. Ia buktikan dengan angka-angka. Jumlah donasi individual yang sudah tercatat mencapai Rp 20 juta lebih. Padahal himbauan baru dilakukan Senin lalu, kata Iswanto.
Bahkan ASN DPMPTSP yang bergabung dalam club-club hobbi juga menggalang donasi dari teman-temannya, seperti Exclusive Auto Club dan club lainnya yang enggan dipublikasikan di sini, jelas Iswanto lebih lanjut.







