“Kodam IM memiliki jaringan teritorial yang kuat dan personel yang tersebar hingga ke pelosok desa.
Ini merupakan kekuatan yang siap dikerahkan untuk mendukung program-program pembangunan daerah, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi secara teknis dan strategis dengan Bappeda dan seluruh pemangku kepentingan di Aceh,” ujar Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam IM menekankan bahwa ketahanan pangan bukan semata persoalan teknis pertanian, namun juga terkait erat dengan stabilitas sosial, kemandirian ekonomi, serta ketangguhan wilayah.
Oleh karena itu, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar perencanaan pembangunan berjalan terpadu dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh, Dr. Husnan, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pangdam IM dan kesediaan Kodam IM untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk menjajaki kemungkinan integrasi program TMMD dengan rencana kerja Bappeda, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan desa.
“Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pangan. Namun, percepatan pembangunan memerlukan dukungan dari seluruh pihak, termasuk TNI yang telah terbukti memiliki daya jangkau dan kemampuan implementatif yang mumpuni.
Sinergi ini kami nilai sangat penting dalam rangka mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan bersama Bappenas,” ujar Dr. Husnan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti audiensi ini dengan pembentukan tim teknis gabungan yang akan bertugas menyusun rencana aksi terintegrasi.







