Beberapa poin penting yang dibahas antara lain pemetaan wilayah prioritas intervensi ketahanan pangan, penyelarasan program kerja lintas sektor, serta penentuan skema kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal masyarakat desa.
Rencana ini diharapkan dapat mulai diimplementasikan dalam siklus pelaksanaan TMMD berikutnya, dengan pendekatan berbasis potensi dan permasalahan di tingkat desa.
Program tersebut tidak hanya akan fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan irigasi, tetapi juga mencakup pelatihan pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta distribusi sarana produksi pertanian.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat utama Kodam Iskandar Muda, antara lain Asisten Perencanaan (Asrendam IM), Asisten Teritorial (Aster Kasdam IM), Perwira Menengah Ahli Bidang Ekonomi, Kepala Keuangan Daerah Militer (Kakudam IM), dan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam IM).
Sementara dari pihak Bappeda Aceh, selain Kepala Bappeda, turut hadir Kabid Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dr. Hasrati, SE, MM, Perencana Ahli Madya Dr. Sufirmansyah, SE, MM, Perencana Ahli Madya Dr. Muhammad Zen, M.Si, Ph.D, serta Perencana Ahli Pertama Cut Soraya Iskandar, SP.
Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, audiensi ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun kemitraan yang lebih erat antara Kodam Iskandar Muda dan Pemerintah Aceh.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan wilayah di Provinsi Aceh. []







