Lebih lanjut, Mukarramah mengajak seluruh masyarakat Aceh yang sehat untuk rutin mendonorkan darah ke PMI terdekat di wilayahnya masing-masing. Ia mengatakan, darah para pendonor sangat dibutuhkan untuk ditransfusi setiap bulan kepada tiap pasien talasemia.
Sementara itu, salah satu pasien thalasemia yang sedang menjalani transfusi darah, Khairul Aswar (22), menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian istri Wakil Gubernur Aceh yang memberikan santunan dan semangat kepada mereka. Ia berharap pasien talasemia di Aceh dapat terus menjadi perhatian para pemangku kebijakan.
Khairul yang kini sudah berusia 22 tahun mengaku telah menjalani transfusi darah selama 12 tahun. Ia tetap optimis dan semangat dalam menjalani hidup meskipun setiap bulannya harus melakukan transfusi darah.
Khairul merupakan seorang santri dayah di Gampong Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Ia sudah menempuh pendidikan agama di dayah selama 9 tahun.
Kini di usianya yang sudah dewasa, ia pun mulai mandiri menjalani transfusi darah baik di RSU Cut Meutia Aceh Utara maupun di RSUDZA. []







