Hal tersebut tak terlepas pula dari visi perseroan dalam memperkuat penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Adapun implementasi ESG BSI terbagi dalam 3 pilar. Pilar pertama adalah Banking. Dalam hal ini BSI sebagai sahabat finansial telah menyalurkan sustainable financing sebesar Rp72,6 triliun atau 25,29% dari total portfolio pembiayaan per kuartal I/2025.
Jika dirinci, sustainable financing tersebut terdiri dari Green Financing sebesar Rp14,6 triliun dan Social Financing Rp58 triliun.
Pilar kedua adalah Operation, di mana BSI telah melakukan inisiasi untuk aktivitas operasional yang rendah karbon melalui infrastuktur dan fasilitas perusahaan. Antara lain 6 titik lokasi solar panel, 70 mesin RVM, 6 unit Charging Station kendaraan listrik dan 139 unit kendaraan listrik untuk operasional.
Pilar ketiga adalah Beyond Banking. Terkait hal tersebut BSI sebagai sahabat sosial dan spiritual telah menyalurkan dana sebesar Rp56,8 miliar kepada masyarakat yang bersumber dari dana ZISWAF BSI.
Penyalurannya dibagi dalam 5 kegiatan yaitu ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan serta dakwah dan advokasi.
Grandhis lanjut menjelaskan, selain itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membangun semangat berkelanjutan perseroal pun bekerja sama dengan komunitas. Seperti kegiatan pemberdayaan bank sampah, urban farming, pesantren, dan pemerintah daerah untuk membangun usaha sirkuler.
BSI juga melakukan pelatihan dan pendampingan usaha bagi calon pengusaha muda. Kegiatan yang dilakukan seperti pengelolaan limbah usaha, energi hemat, dan bisnis hijau.







