Danpussenif pun mengajak seluruh prajurit muda untuk terus menjaga dan mengembangkan semangat Yudhawastu Pramuka dalam setiap penugasan dan pengabdian kepada Nusa dan Bangsa.
Ia mengingatkan pentingnya memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas.
Ia juga menekankan agar setiap prajurit selalu menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman utama dalam bersikap dan bertindak serta tidak pernah melupakan jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.
Selain itu, pentingnya memelihara jiwa korsa dan semangat kebersamaan sebagai Prajurit Infanteri yang tangguh dan militan juga ditekankan dalam amanat tersebut. Ketangguhan fisik dan kemampuan bertempur harus terus diasah dan ditingkatkan agar prajurit senantiasa siap menghadapi setiap tantangan penugasan ke depan.
Menutup amanatnya, Danpussenif menyampaikan Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Danrindam, Dandodiklatpur, para pelatih serta seluruh pendukung pendidikan yang telah dengan penuh dedikasi melatih dan membentuk para prajurit muda hingga resmi menjadi bagian dari Korps Infanteri.
Ia berharap agar pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan senantiasa mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkahi setiap langkah pengabdian kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai,” demikian pesan penutup dari Danpussenif.







