Kemandirian ini menjadi fondasi penting agar dayah tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.
Isu terakhir yang diangkat adalah penanganan kekerasan di lingkungan dayah. Dalam menjaga citra baik lembaga dayah, penting untuk memastikan bahwa seluruh bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikologis, dapat diminimalisir sedini mungkin.
Dinas Pendidikan Dayah Aceh, bersama UPTD, telah melakukan berbagai upaya preventif, salah satunya melalui program Jaksa Masuk Dayah, sebagai langkah edukatif dan represif terhadap potensi kekerasan di lingkungan pendidikan. []







