“Kami berharap sinergi ini terus dipertahankan agar program CSR ke depan semakin efektif dan memberikan manfaat lebih luas,” tuturnya.
Dalam forum ini, SBA memaparkan realisasi CSR tahun 2024, perkembangan program CSR 2025, serta menghadirkan testimoni langsung dari penerima manfaat.
Beberapa program yang masih berjalan pada 2025 antara lain:
• Program Gema Berseri (gerakan masyarakat sehat dan bersih).
• Program SOBAT SIABES untuk menjaga ekosistem pesisir dan laut bebas sampah.
• Dukungan operasional bus sekolah Kecamatan Leupung.
• Dukungan fasilitas MCK, tempat wudhu, sarana dan prasarana dayah salafiyah.
• Program tanggap kebencanaan.
• Pemberdayaan UMKM dan koperasi.
• Program rumah duafa.
• Dukungan kegiatan hari besar di Lhoknga dan Leupung.
• Program pengembangan pariwisata berkelanjutan.
General Manager SBA, R. Adi Santosa, menegaskan bahwa FKM menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat.
“FKM memfasilitasi perusahaan menerima masukan, melakukan evaluasi, dan memastikan seluruh program CSR berjalan efektif serta memberi manfaat nyata.
Dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi energi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program,” ujarnya.
Dhia, anggota kelompok program Ketandan Hidro Farm Lhoknga, mengungkapkan bahwa bantuan SBA membawa perubahan besar bagi ketahanan pangan dan ekonomi kelompoknya.
“Dulu kami beli sayur dari luar desa, sering tidak segar dan harganya naik turun. Sekarang kami bisa menanam sendiri, mencukupi kebutuhan keluarga, bahkan menjual ke masyarakat dan kafe-kafe di Pulau Kapuk. Pendapatan kami kini lebih stabil,” ungkapnya.







