Ratusan tokoh, mahasiswa, dan elemen masyarakat Aceh menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: Istimewa
Jakarta, Acehinspirasi.com l Ratusan tokoh, mahasiswa, dan elemen masyarakat Aceh menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Mereka mendesak pemerintah membuka secara transparan kebijakan terkait persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo di Blok South Andaman yang dinilai merugikan kepentingan Aceh.
Aksi tersebut dipicu oleh penandatanganan dokumen persetujuan PoD oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada 9 Maret 2026. Massa menilai kebijakan itu dilakukan tanpa koordinasi maupun persetujuan Pemerintah Aceh, sebagaimana semangat kekhususan daerah yang diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).
Dalam orasinya, tokoh nasional Aceh sekaligus Senator Aceh periode 2014–2024, Dr. H. Fachrul Razi, M.I.P., meminta pemerintah pusat membatalkan PoD apabila terbukti tidak memberikan manfaat yang adil bagi negara dan masyarakat Aceh.
“Blok Andaman merupakan salah satu temuan gas terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, adil, dan berpihak kepada kepentingan nasional serta masyarakat Aceh sebagai daerah penghasil,” kata Fachrul Razi di hadapan massa aksi.
Aksi yang diikuti ratusan warga Aceh dari berbagai cabang Taman Iskandar Muda (TIM) se-Jabodetabek serta organisasi sektoral di bawah naungannya itu menuntut keterbukaan pemerintah mengenai skema pengelolaan, pembagian hasil, dan manfaat ekonomi yang akan diterima negara maupun Aceh.







