Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memimpin apel dan menyerahkan bantuan kemanusiaan secara simbolis kepada Gubernur Aceh yang didampingi Forkopimda.
Ketua Tim Recovery PLN sekaligus General Manager UID Aceh, Edi Saputra, melaporkan bahwa sedikitnya 12 tower transmisi roboh dan tujuh set tower emergency telah dimobilisasi. Sebanyak 150 personel dikerahkan melalui jalur darat, sementara material tambahan akan diangkut menggunakan helikopter.
“Mulai hari ini, material sudah bergerak melalui jalur darat. Kita akan lakukan mobilisasi via udara ke titik yang tidak bisa ditembus,” kata Edi.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan empatinya atas duka yang dialami masyarakat Aceh. Ia memastikan PLN mengerahkan seluruh kemampuan nasional setelah melihat kerusakan berat pada jaringan transmisi, khususnya jalur Arun–Bireuen dan Bireuen–Takengon.
“Empat hari lalu kami turun langsung melakukan observasi. Tower-tower roboh, jaringan padam total. Tapi kami melihat satu hal yaitu rakyat Aceh tidak pernah menyerah. Itu membuat kami semakin yakin bahwa pemulihan ini harus dilakukan secara total,” ujarnya.
PLN bergerak dalam koordinasi erat bersama TNI dan Polri. Dua pesawat Hercules TNI AU sudah didatangkan untuk membawa tower emergency dari Jakarta. TNI AD dan Polri turut membuka akses jalan, mengangkut logistik, dan mengawal pergerakan tim PLN di lapangan.
“Demi Aceh, kami bekerja kompak. Polisi dan TNI mengawal pergerakan kami. TNI AD membantu logistik, TNI AU membantu mobilisasi udara. Ini kerja kolektif yang luar biasa,” kata Darmawan.






