Pada kesempatan tersebut, Nasir turut melaporkan distribusi logistik oleh Pemerintah Aceh berupa 10 ton beras yang telah dikirim ke wilayah Subulussalam, Pidie Jaya, dan Aceh Utara pada Jumat (28/11). Ia mengatakan, pada Minggu (30/11), pemerintah juga akan menyalurkan 10 ton beras ke wilayah Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Singkil, dan Aceh Tenggara, serta 5 ton untuk Kota Langsa dan Aceh Tamiang, dan 3 ton untuk Beutong Ateuh di Nagan Raya.
Nasir menjelaskan bahwa bantuan logistik lainnya juga didistribusikan melalui BPBA bersama Dinas Sosial, Kodam IM, dan Polda Aceh. Seluruh distribusi logistik melalui jalur darat akan dipusatkan di posko terpadu pada setiap kabupaten/kota supaya penyaluran bantuan lebih tertib dan tepat sasaran.
Selain jalur darat, bantuan tambahan juga diangkut melalui kapal laut untuk wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang melalui Pelabuhan Krueng Geukueh dan Pelabuhan Kuala Langsa. Pemerintah Aceh turut memastikan ketersediaan energi dengan berkoordinasi bersama Pertamina agar pendistribusian LPG dan BBM dapat dilakukan melalui Pelabuhan Malahayati Aceh Besar, mengingat akses darat masih terputus.
Sementara itu, Wakil I Aster Kasdam Iskandar Muda, Kolonel Inf Fransisco, menjelaskan bahwa seluruh posko wilayah terdampak telah diinstruksikan untuk mendata koordinat desa yang masih terisolir, sebagai dasar penyaluran bantuan via udara. Ia mengakui bahwa kendala komunikasi sempat menghambat proses tersebut, sehingga bantuan perangkat Starlink telah dikirim ke wilayah Bener Meriah dan Takengon untuk memperlancar koordinasi.







