Di Kabupaten Aceh Tenggara, tiga kecamatan—Babul Makmur di Desa Muara Stulen, Ketambe di Desa Jambur Lalak, dan Bukit Tusam di Desa Jambur Papan—masuk dalam daftar wilayah yang telah dipasang posko
Pendataan KK dan jiwa masih berlangsung dan terus diperbarui oleh tim asesmen lapangan.
Kondisi yang lebih kompleks terlihat di Kabupaten Aceh Utara, yang menjadi daerah dengan jumlah titik posko dan dapur umum terbanyak. Di Kecamatan Baktiya, posko beroperasi di Desa Tanjong Glumpang, Matang Manyam, Alue Serdang, Glumpang Samlakoe, Cot Mane, Pucok Alue, Matang Keulayu, Matang Kumbang, dan Marang Rawa.
Sementara itu, Kecamatan Nibong mencatat persebaran posko paling luas di antara seluruh wilayah, meliputi Desa Nibong Baroh, Nibong Wakheuh, Keude Nibong, Keupok Nibong, Dayah Nibong, Keh Nibong, Sumbok Rayeuk, Paya Terbang, Teupin Jok, Mamplam, Keulilee, Meunye Lhee, Ranto, Seulunyok, Tanjong Putoh, Alue Ie Mirah, Maddi, Alue Ngom, Alue Panah, dan Bumban.
Selanjutnya, di Kota Langsa, seluruh kecamatan termasuk Langsa Lama, Langsa Kota, Langsa Timur, Langsa Baro, dan Langsa Barat telah menyiapkan titik posko meskipun pendataan jumlah KK dan jiwa masih dalam proses pemutakhiran.
“Seluruh tim bekerja siang dan malam untuk memastikan setiap desa yang terdampak banjir mendapatkan akses bantuan, makanan, dan dukungan evakuasi. Penempatan posko dilakukan berdasarkan prioritas jumlah warga terdampak dan aksesibilitas wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembaruan data sesuai perkembangan lapangan.[]







