Selama ini, ujar Syahril, pemerintah hanya melakukan sosialisasi mitigasi bencana lewat kegiatan-kegiatan simulasi bencana, salah satunya adalah menghidupkan sirine peringatan tsunami yang dilakukan pada setiap tanggal 26.
Kepala Stasiun RRI Banda Aceh Adi Pramono menyebutkan, semangat RRI menginisiasi program siaran kentongan sebagai wujud peran media publik untuk menyadarkan masyarakat tentang tanggap bencana.
“Ini memang jadul, tapi perlu kita hidupkan kembali agar masyarakat tangguh menghadapi bencana. RRI nantinya akan menyiarkan di Korwil 17 Nusantara di seluruh Aceh. Bahkan ini juga program RRI secara nasional. Jadi saya minta seluruh pemangku kepentingan jangan bosan-bosan datang ke RRI untuk membicarakan tentang sadar bencana agar masyarakat terus (,” ujarnya.
Penandatanganan MoU siaran tanggap bencana Kentongan RRI ini turut dihadiri oleh Basarnas Aceh, BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang Aceh Besar, BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie, BMKG Lhokseumawe, BPBD Aceh Utara, Forum Pengurangan Resiko Bencana, BKSDA, Iskada, IKWI, IWPI, Harian Rakyat Aceh dan seluruh kepala stasiun RRI korwil 17.(*)






