Acehinspirasi – Banda Aceh. Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengapresiasi program siaran tanggap bencana “Kentongan” yang diluncurkan RRI.
Pernyataan tersebut disampaikan Aminullah saat menghadiri acara penandatangan program siaran tanggap bencana Kentongan bersama sejumlah instansi dan lembaga yang bergerak di bidang mitigasi bencana di gedung Auditorium LPP RRI Banda Aceh, Rabu (21/8/2019).
“Saya pikir program kentongan ini cukup bagus, ini harus dihidupkan kembali di tingkat masyarakat sebagai mitigasi bencana, karena kita ketahui wilayah Kota Banda Aceh termasuk daerah rawan bencana,” kata Wali Kota.
Aminullah menuturkan, kebiasaan masyarakat menggunakan kentongan sebagai tanda bencana sudah lama ditinggalkan. “Saya ingat betul, kalau di kampung saya namanya tak-tok,” sebut Wali Kota.
“Memang kadang kala kita hal-hal kecil cenderung sepele. Di tingkat masyarakat dulu kalau ada gotong royong, ada maling, bahkan kalau ada bencana seperti banjir atau kebakaran juga digunakan kentongan sebagai tanda peringatan. Gagasan RRI sangat bagus untuk menghidupkan kembali kebiasaan masyarakat agar waspada menghadapi bencana,” terangnya.
Aminullah berencana akan menghidupkan kembali kebiasaan masyarakat menggunakan kentongan di desa-desa. “Ini akan kita hidupkan gampong-gampong agar masyarakat bisa mengerti tentang tanda bencana,” ungkap Aminullah.
Hal senada juga disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Muhammad Syahril.
“Kentongan ini perlu dihidupkan kembali di kalangan masyarakat. Ini sebagai bentuk tanda atau sinyal-sinyal yang disampaikan salah satunya peringatan tanda bencana. Tidak hanya di Kota Banda Aceh, tapi seluruh masyarakat Aceh bisa menghidupkan kembali kebiasaan menggunakan kentongan di kampung-kampung,” katanya.






