Ajang Top BUMD Awards 2026 sendiri diikuti oleh sekitar 1.600 BPR dan BPRS milik pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Proses penilaian dilakukan secara ketat dan komprehensif, meliputi evaluasi kinerja perusahaan, penelaahan dokumen, hingga wawancara dengan dewan juri independen.
Kamaruzzaman menegaskan bahwa Pemerintah Aceh akan terus memperkuat peran BUMD, khususnya dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor riil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Ke depan, Pemerintah Aceh akan terus mendorong inovasi dan ekspansi BUMD agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh BUMD di Aceh untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi maksimal dalam pembangunan daerah, serta memperkuat kemandirian ekonomi Aceh secara berkelanjutan. []






