Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Safrizal Puji Respons Cepat BPBD dan DLHK Aceh Tengah Atasi Persoalan Sanitasi Huntara Ketol

0
×

Safrizal Puji Respons Cepat BPBD dan DLHK Aceh Tengah Atasi Persoalan Sanitasi Huntara Ketol

Sebarkan artikel ini
IMG 20260622 224107

Ketua Posko Wilayah Percepatan Rehab-Rekon (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA. Foto: Humas Poskowil PRR

Takengon, Acehinspirasi.com l Ketua Posko Wilayah Percepatan Rehab-Rekon (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menangani persoalan sanitasi di hunian sementara (huntara) di Kecamatan Ketol.

Apresiasi ini diberikan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh Tengah bergerak taktis melakukan penyedotan limbah tinja di dua lokasi hunian sementara (huntara) warga di Kecamatan Ketol, Senin, 22 Juni 2026.

Aksi tanggap darurat yang dilakukan kurang dari 24 jam sejak adanya laporan ini menyasar Huntara Warga Kampung Burlah di Pondok Balik dan Huntara Warga Kampung Bintang Pepara di Jalan Tengah, Kecamatan Ketol.

Safrizal mengatakan pemerintah daerah memang harus hadir secara aktif dan tanggap dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan BPBD dan DLHK Aceh Tengah menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan mendesak warga.

“Sudah semestinya di masa kebencanaan pemerintah daerah harus aktif dan tanggap membantu masyarakat. Kami sangat mengapresiasi jajaran Pemkab Aceh Tengah, khususnya BPBD dan DLHK, yang langsung menerjunkan armada sedot tinja ke lokasi begitu menerima laporan teknis,” ujar Safrizal ZA, Senin, 22 Juni 2026.

Aksi cepat pemda tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari rekomendasi tertulis yang dilayangkan oleh Tenaga Ahli Satgas PRR Aceh Posko Wilayah, Zam Zam Mubarak pada Minggu, 21 Juni 2026.
Dalam laporannya, Zam Zam mengungkapkan fasilitas septic tank MCK komunal di Huntara Desa Bintang Pepara telah penuh dan meluap, sehingga berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular.

Girl in a jacket