“Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Aceh,” kata Nasir.
Sekda Nasir mengapresiasi Indoasia Oiltank Terminal yang menggandeng Teknik Kimia USK sebagai mitranya untuk masuk ke hilirisasi KEK Arun dengan memanfaatkan gas Blok Andaman. “Pertanda niat baik dari perusahaan yang membawa dampak positif bagi perguruan tinggi di Aceh,” katanya.
Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan membangun dua pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memenuhi kebutuhan biodiesel dalam negeri.
Pernyataan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7 April 2026). Pabrik methanol di Aceh akan dibangun dikawasan KEK Arun Lhokseumawe.
Bahkan, sebuah Perusahaan yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, yang bergerak di bidang perdagangan energi dan pengembangan proyek minyak dan gas, juga menyatakan berminat pabrik methanol berbasis gas alam di Aceh. Keinginan tersebut disampaikan melalui surat ke Gubernur Aceh pada 26 April 2026.
Serupa dengan Indoasia dan Pupuk Indonesia, perusahaan Dubai itu merencanakan pembangunan pabrik methanil dengan memanfaatkan pasokan gas dari Blok Tangkulo maupun sumber lainnya yang dikembangkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Aceh.
Selain itu, masuk juga surat dari perusahaan yang berbasis di Jiangsu, China, ke Gubernur Aceh, pada 8 Juli 2026. Menggandeng perusahaan nasional di Jakarta, mereka berminat mengembangkan proyek likuefaksi LNG Aceh, juga di KEK Arun.







