Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan usaha sekaligus memperkuat kerja sama antar pelaku usaha dalam satu komunitas sehingga mampu mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha mikro secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Manager Supporting PNM Cabang Aceh, Gatot Efdi Saputra, mengatakan bahwa kedua program tersebut merupakan bagian dari strategi pemberdayaan PNM yang tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pada pembentukan karakter usaha serta peningkatan kapasitas para nasabah.
“Melalui Program Mpok Rena dan Pertemuan Komunitas Bisnis, kami ingin membangun budaya disiplin, memperkuat kebersamaan antaranggota kelompok, sekaligus meningkatkan kompetensi para pelaku usaha.
Kami berharap para nasabah semakin percaya diri untuk mengembangkan usahanya, naik kelas, dan mampu memberikan dampak positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Gatot.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha para nasabah. Oleh karena itu, PNM terus menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan literasi keuangan, memperkuat kapasitas kewirausahaan, serta membangun jejaring usaha antarnasabah.
Melalui program ini, PNM terus berkomitmen memberikan akses pembiayaan kepada perempuan prasejahtera produktif disertai pendampingan usaha yang berkelanjutan. Sementara itu, berbagai kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), termasuk Program Mpok Rena dan Pertemuan Komunitas Bisnis, menjadi bagian dari upaya PNM dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang mendorong lahirnya pelaku usaha ultra mikro dan mikro yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.







