Sementara itu, Marlina Usman menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bank Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Aceh.
Menurutnya, KKI 2026 menjadi panggung strategis bagi para perajin dan pelaku usaha daerah untuk menunjukkan kualitas produknya.
“Ini menjadi momentum besar bagi UMKM Aceh untuk bangkit dan menunjukkan potensi terbaiknya. Lewat semangat Beudaya Meusare-Sare, kita membuktikan bahwa dengan bergotong royong dan bersinergi, produk-produk lokal Aceh—mulai dari wastra, kriya, hingga kuliner—mampu bersaing dan memiliki nilai jual yang tinggi,” kata Marlina.
Ia juga mengajak seluruh pengrajin dan pelaku UMKM di Aceh untuk terus berinovasi, menjaga standar kualitas, serta memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat ekspor. []







