Terkait pembiayaan, ia menyebutkan dukungan modal dari sektor perbankan pada dasarnya sudah menjadi bagian dari fungsi perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau terkait bantuan modal usaha UMKM dari perbankan sudah otomatis dan wajib. Namun yang diharapkan adalah perhatian dari pemerintah yang sangat prioritas agar mereka bisa berusaha dengan tenang,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat ratusan calon pedagang di Banda Aceh yang menanti peran pemerintah untuk mendapatkan ruang usaha yang layak dan representatif.
Menurut Aminullah, memajukan UMKM tidak boleh berhenti pada pemberian modal. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana produk yang dihasilkan pelaku UMKM bisa terserap pasar dan memiliki konsumen.
“Memajukan UMKM tidak hanya memberikan modal, tetapi bagaimana produk yang dihasilkan terjual,” tegasnya.
Karena itu, Aminullah mendorong pemerintah agar mampu memanfaatkan berbagai momentum dan kegiatan untuk membuka pasar bagi produk UMKM lokal. Salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai event yang mendatangkan masyarakat dan wisatawan.
“Saya pikir pemerintah harus mampu melihat peluang dengan event yang ada, misalnya menggelar festival budaya, pariwisata dan olahraga,” demikian Aminullah. []







